Warga Berharap Agar Pemda, “Membuat Regulasi Di Wilayah Pertambangan Rakyat”

fokusliputan.com_Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Penambang Emas Mandailing Natal (Ampema) berujuk rasa ke Gedung DPRD Mandailing Natal Sumatera Utara_terkait larangan bagi para penambang emas_yang diduga menggunakan bahan berbahaya jenis Merkuri. 


Warga melakukan Long march menuju kantor DPRD Madina Mandailing Natal Sumatera Utara (13/12/2019). Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penambang Emas Mandailing Natal AMPEMA menuntut agar penambanng yang dilakukan disepanjang sungai batang gadis dilegalkan pemerintah setempat. Selain itu, Warga AMPEMA ini meminta agar Kepolisian Sumatera Utara membebaskan sejumlah penambang emas yang ditangkap disaat melakukan penambangan disepanjang sungai aek batang gadis Madina Sumut, dikatakan Taufik Kordinator Aksi. 


Menurut Kapolres Mandailing Natal dalam orasinya_pihaknya terpaksa melakukan pengamanan, lantaran penambangan yang dilakukan disepanjang sungai aek batang gadis telah mencemari lingkungan hidup di Mandailing Natal, yang diduga mengunakan bahan berbahaya jenis Merkuri_ujar AKBP Irsan Sunuhaji Kapolres Mandailing Natal. 


Kini warga AMPEMA berharap, agar pemerintah daerah (Pemda ) Mandailing Natal Sumatera Utara membuat REGULASI di wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), agar para penambang emas di wilayah ini nyaman.(16/12/2019)

 fokusliputan.com/GioDaviNst/Mandailing Natal