TEGA MENGHABISI NYAWA TETANGGA KARENA BISING DENGAR SUARA SENSO

fokusliputan.com_TAPANULI TENGAH

Damri Arianto Situmeang Warga Desa Fajar, Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tega menghabisi nyawa tetangganya Jaman Zai hanya karena suara mesin sengso (alat Penebang pohon). Informasi yang dihimpun dari keterangan saksi Leris Situmeang yang merupakan istri korban (Jaman Zai) yang menyaksikan langsung suaminya dihabisi oleh Damri Arianto Situmeang tetangga rumah mereka yang juga merupakan saudara dekat dari istri korban, kejadian tersebut berawal saat Darlan Purba membawakan mesin sengso miliknya yang rusak kerumah korban (Jaman Zai) untuk diperbaiki, pada hari Minggu pagi 13/5/2018.


Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Hari Setyo Budi, SIK, MSI melalui Kapolsek Sorkam AKP T.Simanjuntak, yang masih melakukan penyelidikan dan pencarian pelaku yang sudah melarikan diri sebelumnya usai melakukan penikaman terhadap korban.

“Saat ini kita masih mendalami kasus ini dan melakukan pencarian terhadap pelaku yang sudah sempat melarikan diri setelah melakukan penikaman.” Ujar Kapolsek Sorkam AKP T. Simanjuntak kepada wartawan.


“Pagi itu Darlan datang kerumah membawakan mesin sengsonya yang sedang rusak kerumah kami, meminta bantu sama suami saya memperbaikinya, lalu dibawa orang itu kehalaman rumah, suami sayapun menghidupkan sengso itu karena melihat kerusakan sengso. Tiba-tiba Damri Arianto Situmeang menjerit dari sebelah rumah “Ribut kali kalian heang”(menirukan suara pelaku) itu dibilangnya. Mendengar itu suami saya langsung mematikan suara mesinnya.”

Tapi entah apa yang merasuki Damri lanjut Leris menerangkan, dia (pelaku) datang langsung menendangkan suami saya sampai jatuh, kemudian mereka jadi berdebat, rupanya si Damri sudah membawa pisau dan menikam sumai saya dibagian pinggang sama di telinga sebelah kiri, saat itu, saya dan Darlan sempat menariknya, tapi kami tak berani lagi karena dia masih memegang pisau.” Terang Leris Istri Korban.

Melihat kejadian tersebut, kemudian Darlan pergi mencari pertolongan kepada warga, lalu melarikan korban Puskesmas Gotting Mahe Kecamatan Sorkam, namun Puskemas tersebut tutup, yang kemudian korban dilarikan ke Puskesmas Kolang, tetapi melihat kondisi korban yang sudah banyak kehabisan darah, pihak puskesmas kolang menyarankan untuk dibawa ke RSUD Pandan.

Namun korban tidak dapat lagi diselamatkan karena diduga sudah sempat banyak kehabisan darah, walaupun sudah sempat mendapatkan pertolongan dari RSUD Pandan, korban kemudian dibawa oleh pihak keluarga kerumah duka di Desa Gotting Mahe.